Rabu, 12 Desember 2007

koto gadang desa pusako

Geografi

Nagari Kotogadang terletak di dataran di antara Gunung Singgalang dan Ngarai Sianok dengan ketinggian 920 – 950 meter dari permukaan laut dengan suhu rata-rata berkisar antara 27 oC dan pada malam hari mencapai 20 oC. Nagari Kotogadang memiliki luas wilayah 640 Ha dengan batas-batas sebagai berikut:

* Sebelah Utara dengan Nagari Sianok VI Suku.
* Sebelah Selatan dengan Nagari Koto Tuo
* Sebelah Timur dengan Guguak Tabek Sarojo
* Sebelah Barat dengan Nagari Koto Panjang.

Pemerintahan

Jorong

Secara administrasi Nagari Kotogadang terdiri dari 3 jorong:

* Jorong Kotogadang
* Jorong Ganting
* Jorong Subarang Tigo Jorong

1. Kampung Pondok
2. Kampung Taruko
3. Kampung Baru

Penggunaaan lahan (tahun 2004) sebagian besar yaitu 300 ha dimanfaatkan untuk areal persawahan, pemukiman 42,8 ha, daerah perkebunan 59 ha, serta sisa yang masih diliputi kawasan hutan dan semak belukar.
Sawah

Sawah-sawah dibagi atas beberapa tumpak :

1. Kubu
2. Munggu
3. Ladang laweh
4. Kayu Katiak
5. Campago
6. Balai
7. Aur
8. Pejajahan
9. Bancah
10. Bancah tangah
11. Batu Balirik
12. Panta
13. Koto Tangah
14. Banda Malintang
15. Sikajuik
16. Badapak
17. Tapi Lambah
18. Lurah Pulai
19. Rawang
20. Tabek / Belakang Mesjid
21. Golek Aguang
22. Talago
23. Lungguak Batu
24. Limau
25. Pandam
26. Cimbam
27. Banda Gadang
28. Pugaran
29. BandaKatiak
30. BandaPanjang
31. Sibutuang
32. Puraweh
33. Pinggang Rangek
34. Tapi Rangek
35. Sumpitan Hamo
36. Padang Sikumpak
37. Banto

Sejarah

Nagari Kotogadang merupakan salah satu dari 11 nagari yang terletak di Kecamatan IV Koto, Kabupaten Agam. Asal usul Nagari Kotogadang menurut sejarahnya dimulai pada akhir abad ke-17, dimana ketika itu sekelompok kaum yang berasal dari Pariangan Padangpanjang mendaki dan menuruni bukit dan lembah, menyeberangi anak sungai, untuk mencari tanah yang elok untuk dipeladangi dan dijadikan sawah serta untuk tempat pemukiman.

Setelah lama berjalan, sampailah di sebuah bukit yang bernama Bukit Kepanasan. Disitulah mereka bermufakat akan membuat teratak, menaruko sawah, dan berladang yang kemudian berkembang menjadi dusun. Lama kelamaan, dikarenakan anak kemenakan bertambah banyak, tanah untuk bersawah dan berladang tidak lagi mencukupi untuk dikerjakan maka dibuatlah empat buah koto. Bercerailah kaum-kaum yang ada di bukit tersebut. Dimana 2 penghulu pergi ke Sianok, 12 penghulu dan 4 orang tua pergi ke Guguk, 6 penghulu pergi ke Tabeksarojo, dan 24 penghulu menetap di Bukit Kepanasan. Karena penghulu yang terbanyak tinggal di koto tersebut maka tempat itu dinamakan Kotogadang. Itulah nagari – nagari awal yang membentuk daerah IV Koto.

Kaum - kaum yang datang bersama ini kemudian membangun pemukiman dan bernagari dengan tidak melepaskan adat kebiasaan mereka. Dengan bergotong royong mereka membangun rumah-rumah gadang, sehingga sebelum tahun 1879 banyaklah rumah gadang yang bagus berikut dengan lumbungnya. Pada tahun 1879 dan 1880 terjadilah kebakaran besar sehingga memusnahkan perumahan-perumahan tersebut.

Penghidupan orang Kotogadang sebelum Alam Minangkabau berada dibawah pemerintah Hindia Belanda ialah bersawah, berladang, berternak, bertukang kayu dan bertukang emas. Pekerjaan bertukang emas anak negeri sangat terkenal di seluruh Minangkabau. Karena berkembangnya penduduk hasil yang diperoleh dari persawahan tidaklah mencukupi lagi. Mulailah orang Kotogadang pergi merantau ke negeri lain seperti Bengkulu, Medan dan lain-lain. Setelah pemerintah Hindia Belanda memerintah Alam Minangkabau, Kotogadang dijadikan ibu nagari dari Kelarasan IV Koto. Dibuatlah susunan pemerintahan yang baru dengan Tuanku Lareh sebagai pemimpin yang memerintah di kelarasan IV Koto dan Penghulu Kepala sebagai pemimpin pemerintahan nagari.
Suku dan Jurai

Suku

Penduduk yang telah bermukim itu tersusun berdasarkan suku dan kaum, dipimpin oleh Penghulu Suku yang disebut Datuk. Kotogadang terbagi atas empat suku yaitu:

I.Sikumbang :

1. Sikumbang Mudiak : empat paruik
2. Sikumbang Hilir : empat paruik

Kaum – kaum ini dinamakan Sikumbang nan Salapan Hindu

II.Koto :

1. Koto nan ampek paruik
2. Koto nan tigo paruik

Kaum – kaum ini dinamakan Koto nan Tujuah Paruik

III.Guci / Piliang : Guci terdapat tiga buah paruik

1. Guci Pacah
2. Guci Tabit Hanyir
3. Guci Parit Tahampai

Piliang terdapat tiga buah paruik

1. Piliang Panjang
2. Piliang Kamang / Piliang Tapi
3. Piliang Kampuang Teleng

Kaum – kaum ini dinamakan Guci / Piliang nan Anam Panghulu IV.Caniago:

1. Caniago Tapi
2. Caniago Tangah
3. Caniago Bodi

Kaum – kaum ini dinamakan Caniago nan Tigo Ninik

Jurai

Jurai dibagi atas tiga :

1. Jurai Mudiak
2. Jurai Tangah
3. Jurai Hilir

Itulah sebabnya dikatakan Kotogadang nan tigo jurai nan ampek suku.

2 komentar:

Pandi mengatakan...

heheheh bukti bahwa gw dah mampir :P

Pandi Merdeka

irfan abdurrahmat mengatakan...

mantap